SABANEWSID.com – Jorge Martin tampil sempurna di Sprint Race MotoGP Indonesia di Sirkuit Internasional Pertamina Mandalika, (14/10) kemarin. Namun di sesi full race (15/10) hari ini, rider Pramac Ducati itu membuat kesalahan fatal yang membuatnya terjatuh dan gagal finis.
Hasil itu tentunya memiliki implikasi pada perolehan angka di klasemen pembalap. Apalagi dengan Francesco Bagnaia finis terdepan di seri Mandalika ini, Jorge Martin pun harus tertinggal 18 angka dalam perolehan poin dan tergeser dari puncak klasemen pembalap.
Bercerita mengenai pengalaman pahit yang dialaminya di sirkuit Mandalika ini, Jorge Martin menyatakan bahwa kesialan yang dialaminya adalah karena sudah membuat kesalahan sendiri.
”Segala sesuatunya sempurna,” ujar Jorge Martin mengenai performanya sebelum akhirnya terjatuh.
“Start yang bagus dan kemudian saya berusaha membuat selisih jarak menjadi lebih besar. Ketika saya melihat selisih waktunya 2,8 detik, saya terkejut. Jadi, saya berkata ‘OK, ini waktunya untuk sedikit lebih tenang sekarang’.”
Jorge Martin juga menjelaskan mengapa dirinya bisa terjatuh.
“Saya sedikit melebar di tikungan 10, dan lintasannya sedikit kotor, jadi ketika saya menuju ke tikungan 11, saya kehilangan daya cengkram ban di bagian depan, persis seperti lap sebelumnya. Tapi, hal buruk kadang terjadi,” sesal Jorge Martin.
“Saya merasa sangat baik. Kesalahan saya adalah dengan mengambil lintasan terlalu lebar di tanah dan kemudian di tikungan di mana saya terjatuh. Itulah kesalahan yang saya lakukan.”
Baca juga: Francesco Bagnaia Juarai MotoGP Indonesia setelah Jorge Martin Terjatuh
Mengenai peluangnya untuk bisa menjadi juara dunia di musim ini, Jorge Martin masih melihat ada kesempatan meraihnya.
“Saya pikir saya sudah melakukan balapan yang luar biasa sampai pada titik ini. Saya jadi yang tercepat sast ini, jadi saya harus tetap tenang dan masih ada 10 seri balap lagi. Jadi, balapan masih panjang,” tandasnya.
Sumber: Reuters/Isei Kato