
Sumber: Instagram @hrc_motogp
SABANEWSINDO.com – Repsol Honda merupakan salah satu tim yang punya nama besar dalam dunia MotoGP berkat prestasinya di masa lalu. Namun belakangan, mereka mulai kehilangan tajinya dalam setiap seri balapan.
Kejayaan Honda ditandai dengan keberhasilan Marquez keluar sebagai juara dunia sebanyak enam kali dalam rentang waktu tujuh tahun, dimulai dari 2013 sampai 2019. Hanya sekali sang pembalap mengalami kemunduran, yakni ketika menjadi juara tiga di tahun 2015.
Namun setelah itu, performa Marquez dan Honda menurun cukup drastis. Pada tahun 2021, Marquez cuma bisa duduk di peringkat tujuh dalam klasemen akhir. Prestasi kian menurun sampai tahun 2023 di mana dirinya finis di peringkat 2023.
Marquez kemudian memutuskan pindah ke Ducati Gresini untuk edisi tahun 2024 ini. Sebelum pergi, pria asal Spanyol tersebut beberapa kali mengungkapkan ketidakpuasannya terhadap performa motor RC213V yang digunakannya.
Keluhan Marquez menjadi bukti bahwa ada yang tidak beres dengan motor yang disediakan Honda. Dan ternyata, menurut pengakuan Livio Suppo selaku mantan manajer tim, masalah tersebut sudah terlihat sejak era Dani Pedrosa.
Baca juga: Ingin Kompetitif, Honda Gelar 22 Uji Coba Jelang MotoGP 2024
“Anda akan ingat beberapa wawancara dengan Cal, bahwa motornya sedang tidak bagus. Dani juga komplain – tidak di publik, tapi dalam rapat teknis – bahwa motornya menjadi semakin sulit untuk dikendarai,” katanya kepada Crashnet.
Talenta yang ditunjukkan Marquez menutupi permasalahan Honda selama ini. Alhasil, petinggi tim pun jadi terdistraksi hingga mengabaikan permasalahan yang sudah disuarakan oleh Pedrosa dan Cal Crutchlow.
“Tentu saja, talenta Marc adalah bantuan besar. Dan mungkin salah satu kesalahan adalah pada waktu itu Honda tidak mau mendengarkan pembalap seperti Cal dan Dani,” lanjut Suppo lagi.
“Mereka tidak begitu peduli soal hasil dari pembalap lain, mereka hanya fokus pada kemenangan Marc. Dan ini mungkin menjadi kesalahan terbesar. Kemudian mereka menyadarinya, yang terjiad bersamaan dengan insiden Marc [di 2020].”
“Mungkin itulah kenapa saya tidak berpikir bahwa hanya Jerez 2020 yang menjadi masalah utama mengapa Honda kesulitan dalam beberapa tahun terakhir. Ini soal kombinasi dari berbagai macam hal,” pungkasnya
(Crashnet)