
Sumber: instagram @m.ramadhansn
SABANEWSINDO.com – Terlihat jelas bahwa Timnas Indonesia membutuhkan sosok penyerang yang bisa diandalkan di lini depannya sepanjang pagelaran Piala Asia 2023 kemarin. Kendati demikian, ada satu penyerang yang justru tak pernah dimainkan.
Dia adalah Ramadhan Sananta. Bomber Persis Solo itu masuk dalam daftar pemain yang dibawa Shin Tae-yong ke Qatar. Meski begitu, namanya tak pernah tercantum dalam daftar starting XI maupun bangku cadangan.
Dari empat pertandingan yang dilalui, termasuk laga 16 besar kontra Australia, terlihat jelas Timnas Indonesia membutuhkan sosok penyerang. Bahkan pada suatu waktu, Shin Tae-yong sampai memainkan Elkan Baggott di posisi tersebut.
Publik pun dibuat bertanya-tanya. Mengapa Sananta tidak pernah dimasukkan dalam skuat tanding Timnas Indonesia meskipun disertakan ke Qatar? Alasannya baru-baru ini diungkap oleh manajer Persis Solo, Chairul Basalamah.
Chairul mengatakan bahwa Sananta sedang mengalami cedera. Ia menambahkan kalau mantan penyerang PSM Makassar itu sudah ditangani dengan baik agar cederanya tidak semakin parah.
Baca juga: Usai Piala Asia 2023, Sandy Walsh Tak Sabar Hadapi Vietnam Lagi
“Sebenarnya kami sudah berkomunikasi dengan Timnas Indonesia sejak sepekan lalu. Namun kami menghormati keputusan timnas mengenai Ramadhan Sananta,” katanya kepada awak media, dikutip Bola.com.
“Kita sepakat untuk tidak menyampaikan kepada publik terlebih dahulu, karena kami juga melihat cedera Ramadhan Sananta ditangani dengan baik selama di sana,” lanjutnya.
Chairul mengungkapkan bahwa proses pemulihan Sananta akan dilanjutkan di Indonesia. Meskipun dirinya berharap sang penyerang ditangani di Qatar karena memiliki fasilitas lebih baik.
“Pemeriksaan lanjutan akan tetap dilakukan bersama dokter tim. Namun sebetulnya, perawatan yang di Qatar itu memang dilakukan di salah satu rumah sakit terbaik,” Chairul menambahkan.
“Mereka menjelaskan tidak ada tindakan apa-apa yang bisa dilakukan. Sananta hanya butuh istirahat. Pasalnya, ada semacam retakan sehelai rambut saja. Nah itu biasanya cuma butuh rest dan tidak bisa melakukan tindakan keras,” tutupnya.
(Bola.com)