
Sumber: Getty/Marvin Ibo Guengoer
SABANEWSINDO.com – Barcelona membuat kejutan besar dengan mendepak Xavi Hernandez dari kursi kepelatihan. Dan tidak butuh waktu lama, mereka langsung bergerak dan menunjuk Hansi Flick sebagai sosok penggantinya.
Pemecatan Xavi Hernandez terbilang mengejutkan. Sebab Xavi memang sempat berniat meninggalkan Barcelona pada akhir musim ini. Namun pada bulan April lalu, ia berubah pikiran dan memutuskan untuk bertahan.
Namun selang beberapa pekan setelahnya, justru Barcelona yang berubah pikiran. Joan Laporta selaku presiden dikabarkan tidak senang dengan pernyataan Xavi yang menyebutkan kalau klub tak bisa bersaing musim depan lantaran krisis finansial.
Klub berjuluk Blaugrana itu menunjuk Flick sebagai suksesornya. Pria berkebangsaan Jerman itu mencatatkan banyak kesuksesan saat masih menukangi Bayern Munchen, dan bertanggung jawab atas treble yang diraih pada musim 2019/20 lalu.
Dalam perjalanan meraih kesuksesan tersebut, Flick pernah membuat Barcelona malu total. Mereka pernah membantai Barcelona, yang kala itu diasuh Quique Setien, dengan skor 8-2 di babak perempat final Liga Champions.
Baca juga: Barcelona Resmi Tunjuk Hansi Flick Sebagai Pelatih
Namun catatan apik bukan satu-satunya alasan mengapa Barcelona memberikan pekerjaan sebagai pelatih kepada Flick. Ada empat ulasan menarik yang dijelaskan oleh COPE soal alasan klub raksasa Spanyol itu menunjuk Flick.
Pertama, Flick menunjukkan rasa kepercayaan yang begitu tinggi terhadap materi pemain Barcelona saat ini. Berbanding terbalik dengan Xavi yang seringkali mengutarakan ketidakpuasan pada performa anak asuhnya.
Alasan berikutnya terkait sang penyerang, Robert Lewandowski. Xavi dikabarkan ingin melepas pria berdarah Polandia tersebut pada bursa transfer musim panas ini. Sementara Flick berencana untuk menjadikannya sebagai pemain kunci di musim depan.
Selanjutnya terkait pemain pilar seperti Frenkie de Jong, Ronald Araujo dan Pedri. Ia memiliki pemikiran yang sejalan dengan direktur klub, Deco, yang menganggap ketiga pemain tersebut sebagai kunci kesuksesan.
Terakhir adalah kompromi Flick dalam perekrutan pemain. Sudah bukan rahasia lagi kalau Barcelona mengalami krisis finansial. Dan kendati sangat menginginkan klub merekrut Joshua Kimmich, Flick diketahui tidak akan memaksakan kehendaknya.
(COPE)