
Sumber: Instagram @jpcancelo
SABANEWSINDO.com – Sepertinya, bakal sulit bagi Barcelona untuk mempermanenkan Joao Cancelo musim depan. Sebab Manchester City diketahui tidak tertarik diajak bernegosiasi dan hanya menerima proposal senilai 30 juta euro.
Cancelo bergabung dengan Barcelona pada bursa transfer musim panas kemarin. Kesepakatan peminjaman yang tercapai bersama Manchester City berlaku sampai akhir musim dan tanpa klausul pembelian.
Tanpa kesulitan, pemain berkebangsaan Portugal tersebut mendapatkan tempat dalam starting XI Barcelona. Ia tampil konsisten hingga mendapatkan sebutan ‘Double Joao’ bersama pemain pinjaman lainnya, Joao Felix.
Karena penampilannya yang konsisten, Barcelona tertarik untuk merekrut Cancelo dengan status permanen pada bursa transfer musim panas tahun depan. Namun kondisi finansial yang belum membaik tampaknya akan membuat prosesnya menjadi rumit.
Tanpa adanya klausul pembelian, tentu Barcelona jadi bisa duduk satu meja dengan Manchester City untuk bernegosiasi. Masalahnya, absennya klausul pembelian dalam kesepakatan peminjaman bisa membuat City memasang harga seenaknya.
Baca juga: Rebutan ‘New Messi’: Manchester City Siap Bayar, Echeverri Lebih Pilih Barcelona
Betul saja, Manchester City diketahui telah mematok harga untuk sang pemain. Sport melaporkan bahwa juara bertahan Premier League tersebut meminta Barcelona uang senilai 30 juta euro jika ingin mempermanenkan status Cancelo.
Akan tetapi, meski situasinya rumit, bukan berarti Barcelona berpangku tangan dan menerima kenyataan. Joan Laporta selaku presiden klub mengaku telah bergerak untuk mengurus pembelian Cancelo dan Felix.
“Agen mereka, Atletico dan Manchester City telah memberitahu kami apa yang dibutuhkan untuk merekrut mereka. Kami ingin kedua Joao menjadi bagian permanen dari tim, bukan sebagai pemain pinjaman,” tegas Laporta dikutip Fabrizio Romano.
“Mari lihat lagi bagaimana situasinya berkembang. Saya merasa semua pihak akan senang di akhir perbincangan,” lanjutnya.
Situasi finansial Barcelona saat ini terbilang sulit, di mana mereka kerap berurusan dengan salary cap yang diterapkan La Liga. Hal ini membuat raksasa La Liga itu jadi harus berhati-hati dalam melakukan pembelian pemain.
(Goal International)