
Sumber: Instagram @acmilan
SABANEWSINDO.com – AC Milan tampak berjalan ke arah yang salah setelah berhasil menjuarai Serie A pada musim 2021/22 lalu. Beberapa kali, klub berjuluk Rossoneri itu tampak melakukan kesalahan khususnya pada bursa transfer.
Pada akhir musim kemarin, mereka secara mengejutkan melepas Sandro Tonali ke Newcastle United. Lalu keputusan memecat Paolo Maldini yang memiliki peran besar dari balik layar juga mengundang pertanyaan.
Milan tampak berusaha memperbaiki kesalahannya dengan menggelontorkan dana yang lumayan besar, khususnya jika dibandingkan dengan musim-musim panas sebelumnya. Mereka menghabiskan uang 119 juta euro.
Christian Pulisic dan Ruben Loftus-Cheek terbilang sebagai rekrutan sukses. Akan tetapi, hasilnya yang diperoleh Milan musim ini tidak menggambarkan kesuksesan tersebut. Klub besutan Stefano Pioli hanya bertengger di peringkat ketiga.
Pada akhir tahun, muncul urgensi untuk membeli penyerang dan bek anyar. Keduanya berkaitan dengan kualitas dan kuantitas. Namun aktivitas mereka di bulan Januari kemarin terbilang sepi.
Baca juga: Lagi Paceklik Gol, Rafael Leao Disebut Sedang Alami Masalah Psikis
Apa yang salah dari AC Milan saat ini? Sang mantan pelatih, Arrigo Sacchi, mencoba memaparkan analisanya dalam La Gazzetta dello Sport. Ia menyoroti tiga kesalahan yang diyakini telah membuat manajemen klub menyesal.
“Keajaiban Brahim Diaz bersama Real Madrid di Liga Champions, pertumbuhan Charles De Ketelaere bersama Atalanta, peran yang semakin penting dari Calhanoglu di pemuncak klasemen, Inter,” tulis Sacchi.
“Ini adalah tiga alasan yang disesali buat Milan, tidak perlu diragukan lagi, sebab mereka adalah pemain Rossoneri yang, untuk suatu alasan, pergi. Kita bisa menambahkan Kessie, yang baru memenangkan Africa Cup of Nations, dan Paqueta, yang bermain secara permanen bersama Brasil.”
“Soal Diaz cukup sederhana. Jika Real Madrid meminjamkan pemain ke anda dna melihat perkembangan dan bisa berguna, logis jika mereka mengambilnya. Ancelotti menjelaskan kepada saya bahwa dia tumbuh pesat di Italia, juga dari sudut pandang fisik.”
“Itu artinya Milan bekerja dengan baik bersama dia. Alasan buat De Ketelaere berbeda. dia bermain dengan sangat baik di Atalanta, setelah musim yang sulit bersama Rossoneri. Artinya Maldini benar, dia menginginkan dia dan menganggapnya pemain juara berpotensial.”
“Terakhir, Calhanoglu adalah penyesalan yang nyata, mungkin yang terbesar. Dia membuktikan diri sebagai regista pada level tertinggi. Di Milan dia bermain sebagai gelandang serang, di Inter dia playmaker dan pusat pergerakan.”
“Dia punya karakter, visi permainan, dan tembakan yang presisi dan bertenaga. Ya, untuk Milan dia juga termasuk dalam daftar penyesalan,” pungkasnya.
(La Gazzetta dello Sport)