
Sumber: Situs resmi Bayern Munchen
SABANEWSINDO.com – Thomas Tuchel dan Bayern Munchen sejatinya masih terikat kontrak yang berlaku sampai tahun 2025 mendatang. Namun beberapa waktu lalu, Bayern Munchen memutuskan untuk mengakhiri perjalanan bersama Tuchel lebih dini.
Namun, Tuchel tidak langsung meninggalkan jabatannya sebagai pelatih Bayern Munchen. Menurut rilis dari pihak klub, pria berkebangsaan Jerman itu masih akan memimpin Harry Kane dkk sampai musim 2023/24 berakhir.
Kabar perpisahan itu mencuat setelah Bayern Munchen menelan kekalahan yang mengejutkan dari Bochum di ajang Bundesliga. Hasil buruk itu seolah mengakhiri upaya Bayern Munchen untuk keluar sebagai juara.
Bochum melengkapi luka Bayern Munchen yang menelan kekalahan pada dua laga sebelumnya, termasuk laga leg pertama babak 16 besar Liga Champions. Seperti diketahui, Die Bavarians dibuat bertekuk lutut oleh Lazio 0-1.
Beberapa hari berlalu setelah Bayern Munchen mengumumkan perpisahan, Tuchel berbicara mengenai keputusan tersebut. Ia mengaku kalau dirinya beserta tim kepelatihan merasa gagal karena tak mampu membawa tim ke level tertinggi.
Baca juga: Selamat Tinggal, Bayern Munchen! Thomas Tuchel Tertarik Latih Manchester United
“Kami meraih banyak poin, memecahkan banyak rekor. Sering terlupakan bahwa kami benar-benar tidak beruntung dengan cedera. Kami cukup percaya diri untuk yakin pada diri sendiri,” kata Tuchel seperti dikutip Goal International.
“Namun, kami tak mampu membawa tim ke level yang lebih tinggi secara konsisten. Itulah kenapa kami memutuskan untuk berpisah pada musim panas nanti,” lanjutnya.
Bayern Munchen kalah dari tim seperti Bochum dan Lazio bukanlah pemandangan yang bisa dilihat setiap hari. Tentu publik bertanya tentang masalah apa yang sedang terjadi di dalam internal klub?
Tuchel tidak berbicara banyak soal itu. Namun ia menegaskan bahwa dirinya bukan satu-satunya masalah yang terjadi dalam klub. “Saya tidak pernah merasa bahwa kami, staf kepelatihan, berhenti mendekati tim.”
“Tapi kami punya perbedaan dari latihan hingga pertandingan dan pelatih bertanggung jawab. Saya tidak yakin bahwa saya satu-satunya masalah, tapi saya menerima tanggung jawab. Saya tidak puas dengan permainan kami dan tidak senang untuk waktu yang cukup lama,” pungkasnya.
(Goal International)