
SABANEWSID.com – Usaha Everton untuk bisa bersaing menuju papan atas klasemen sementara Premier League mendapat ganjalan. Gara-garanya adalah pelanggaran aturan finansial, yang membuat perolehan poin mereka saat ini harus dikurangi sepuluh angka.
Everton mendapat pengurangan 10 poin karena pelanggaran aturan profitabilitas dan keberlanjutan Premier League (PSR) untuk musim yang berakhir 2021-22, demikian diungkapkan penyelenggaran liga, Jumat (17/11).
Sebuah komisi independen memberlakukan pengurangan segera yang akan membuat Everton turun dari peringkat 14 ke zona degradasi, di atas tim terbawah Burnley karena unggul selisih gol. Klub menggambarkan keputusan tersebut tidak adil dan mengatakan akan mengajukan banding.
Premier League menyatakan telah mengeluarkan pengaduan terhadap klub Merseyside tersebut dan merujuk kasus tersebut ke komisi independen awal tahun ini.
“Selama persidangan, klub mengakui bahwa mereka melanggar PSR untuk periode yang berakhir musim 2021-22 tetapi tingkat pelanggarannya masih diperdebatkan,” kata liga dalam sebuah pernyataan.
“Komisi menetapkan bahwa Perhitungan PSR Everton FC untuk periode yang relevan menghasilkan kerugian sebesar £124,5 juta ($154,7 juta), sebagaimana dinyatakan oleh Premier League, yang melebihi ambang batas sebesar £105 juta yang diizinkan berdasarkan PSR.”
Angka terbaru Everton menunjukkan kerugian selama lima tahun berturut-turut, dengan total kerugian mereka selama periode tersebut berjumlah lebih dari £430 juta.
Klub mengatakan mereka telah membukukan kerugian sebesar £44,7 juta untuk musim 2021-22 awal tahun ini.
Setelah tiga tahun berturut-turut mengalami kerugian lebih dari £100 juta, Everton mengatakan mereka telah melakukan pengurangan kerugian yang signifikan, turun £76 juta dari kerugian tahun lalu sebesar £121 juta.
Everton mengatakan sanksi tersebut “sepenuhnya tidak proporsional dan tidak adil” dan mengumumkan niatnya untuk mengajukan banding atas keputusan tersebut ke Premier League.
“Everton menyatakan pihaknya terbuka dan transparan dalam informasi yang diberikan kepada Premier League dan selalu menghormati integritas prosesnya,” kata klub dalam sebuah pernyataan.
“Klub tidak mengakui temuan bahwa mereka gagal bertindak dengan itikad baik dan tidak memahami bahwa ini adalah tuduhan yang dibuat oleh Premier Leagus selama proses berlangsung.
“Kekerasan dan beratnya sanksi yang dijatuhkan oleh Komisi tidak mencerminkan bukti yang adil dan masuk akal.”
Baca juga: Manchester United Finis di 4 Besar Premier League, Apakah Mungkin?
Awal tahun ini, Manchester City juga dirujuk ke komisi independen atas lebih dari 100 dugaan pelanggaran aturan keuangan sejak klub tersebut diakuisisi oleh City Football Group yang berbasis di Abu Dhabi.
Belum ada putusan yang diambil dalam kasus terkait City.
“Klub juga akan memantau dengan penuh perhatian keputusan yang dibuat dalam kasus lain terkait Peraturan Keuntungan dan Keberlanjutan Liga Premier,” tambah Everton.