
Sumber: Getty/Elianton
SABANEWSINDO.com – Perpisahan Juventus dengan sang pelatih, Massimiliano Allegri, meninggalkan rasa getir. Bahkan keberhasilan menjuarai Coppa Italia baru-baru ini tidak akan cukup untuk menghilangkan pahit di antara keduanya.
Malahan, kesuksesan tersebut justru menjadi awal mula perpisahan. Seperti diketahui, Allegri melakukan beberapa tindakan antik saat dan setelah pertandingan final melawan Atalanta berjalan.
Kontroversi bermula ketika Allegri mengamuk di pinggir lapangan karena sejumlah keputusan wasit yang dirasa merugikan. Akibat sikap tersebut, ia mendapatkan kartu merah dan harus keluar dari lapangan lebih cepat.
Allegri melanjutkan kontroversi dengan meneriaki wasit yang bertugas di lapangan. Tak lama kemudian, ia bersitegang dengan salah satu jurnalis sampai mengeluarkan perkataan yang tidak pantas kepadanya.
Setelah pertandingan usai, Allegri bergabung dengan para pemain untuk melakukan selebrasi juara. Pada momen itu, ia menyuruh Cristiano Guintoli selaku direktur klub untuk menjauh dari keriuhan di antara dirinya dengan para pemain.
Baca juga: Dipecat Juventus, Apakah Massimiliano Allegri Bisa Gabung Manchester United?
Kelakuan Allegri jelas tak bisa diterima oleh manajemen klub. Pada akhirnya, satu hari setelah laga final digelar, klub merilis pernyataan bahwa Allegri tak lagi menjadi pelatih dan akan digantikan untuk sementara waktu oleh Paolo Montero.
Karena sifatnya pemecatan, maka Juventus sebenarnya wajib membayarkan pesangon ke Allegri dengan nilai yang diketahui mencapai tujuh juta euro. Pasalnya pria berkebangsaan Italia itu masih terikat kontrak sampai 2025.
Namun menurut laporan La Gazzetta dello Sport, Juventus merasa tidak punya kewajiban untuk membayar pesangon. Sebab sang klub merasa terkena dampak negatif dari kelakuan Allegri di final Coppa Italia dan alasan pemecatan terbilang masuk akal.
Belum diketahui langkah apa yang bakal diambil oleh Allegri dalam waktu dekat ini. Jika ia memiliki alasan untuk membela diri, maka dirinya berhak untuk membawa kasus ke pengadilan dan mengajukan banding.
Jika kemudian terbukti kalau alasan Juventus tidak masuk akal, atau Allegri memiliki alasan yang dirasa adil, maka dirinya bisa menerima pesangon dari klub. Bahkan ia juga bisa menerima potensi kompensasi atas kerusakan reputasi dari pemecatan itu.
(La Gazzetta dello Sport)