
Sumber: Getty/Stephen Nadler
SABANEWSINDO.com – Zlatan Ibrahimovic kembali ke AC Milan untuk memimpin mantan rekan setimnya. Namun ia menegaskan kalau dirinya takkan pilih kasih dan memperingatkan pemain bintang untuk bertanggung jawab.
Ibrahimovic memutuskan gantung sepatu setelah menutup karirnya bersama AC Milan pada tahun 2023 lalu. Dan tidak lama setelahnya, ia menerima pekerjaan barunya di San Siro sebagai penasihat senior.
Tugas utamanya adalah menjadi penyambung antara tim dengan jajaran petinggi klub. Ia terlibat cukup dalam di segala permasalahan yang terjadi dalam internal klub berjuluk Rossoneri tersebut.
Pekerjaan itu membuat dirinya menjadi sosok pemimpin di Milan, bahkan melebihi pelatih. Ia juga memiliki andil dalam menentukan siapa yang pantas memimpin Rossoneri dari balik garis tepi lapangan.
Bukan cuma itu, Ibrahimovic juga bisa menentukan apakah seorang pemain bermain bagus atau tidak, layak untuk dipertahankan atau bahkan dijual. Dan dalam kasus ini, pria asal Swedia itu mengaku tidak akan pilih kasih.
Baca juga: AC Milan Ingin Lepas Enam Pemain, Siapa Mau Menampung?
Mengingat dia baru saja gantung sepatu, beberapa pemain di dalam skuat tentu pernah menjadi rekan setimnya dulu. Ibrahimovic tidak akan bias dalam penilaian dan menuntut mereka untuk memberikan yang terbaik di lapangan.
“Saya bukan babysitter. Pemain saya, mereka adalah orang dewasa dan harus bertanggung jawab. Mereka harus tampil 200 persen bahkan ketika saya tak ada di sana,” katanya kepada The Athletic.
Langkah Ibrahimovic menjadi bagian dari manajemen tim sendiri bukan sesuatu yang langka dalam dunia sepak bola. Namun umumnya, seorang mantan pemain kerap memilih untuk memilih menjadi pelatih.
Namun hal ini tidak dilakukan oleh Ibrahimovic, pun tidak ada niatan dari dirinya untuk melanjutkan karir menjadi pelatih. “Anda lihat rambut putih saya? Akan menjadi penuh dengan warna putih setelah satu pekan sebagai pelatih.”
“Hidup seorang pelatih bisa sampai 12 jam per hari. Anda sudah jelas tidak memiliki waktu senggang. Saya berperan sebagai penghubung semuanya; menjadi pemimpin dan memastikan struktur dan organisasi bekerja,” pungkasnya.
(The Athletic)