
Sumber: Getty/Carl Recine
SABANEWSINDO.com – Keputusan pelatih Manchester United, Ruben Amorim, untuk melepas Ruud van Nistelrooy mengundang komentar dari Rio Ferdinand dan Owen Hargreaves. Dua mantan penggawa The Red Devils itu menganggapnya sebagai keputusan yang salah.
Amorim mendarat di Old Trafford pada Selasa (12/11/24) dini hari waktu Indonesia. Dan setelahnya, Manchester United memberikan pengumuman kalau Van Nistelrooy tidak akan bergabung dengan tim kepelatihannya.
Keputusan yang cukup disayangkan banyak orang. Mengingat Van Nistelrooy menjabat sebagai pelatih interim yang cukup baik. Dalam empat pertandingan yang dipimpin olehnya, Manchester United sukses mengantongi tiga kemenangan dan sekali imbang.
Rio Ferdinand termasuk orang yang menyayangkan keputusan tersebut. Ia merasa Van Nistelrooy bisa menjadi penghubung di antara pelatih baru dengan para pemain. “Para pemain butuh itu,” katanya, seperti yang dikutip The Mirror.
“Kita berada di masa yang penuh gejolak, hubungan pelatih dan beberapa pemain tampak retak dan tidak bisa diubah, dan para fans tampaknya telah memutuskan itu sudah usai. Kemudian ada pelatih baru datang – dan selalu ada kejutan – tapi ini sedikit beda dari sebuah kejutan.”
Baca juga: Bersama Ruben Amorim, Manchester United Bisa Sikat Tiga Trofi Musim Ini!
“Para pemain sudah mulai menyukai dia, mereka mengapresiasi bagaimana dia memberitahu soal hal-hal berbeda – secara taktik, individual, sebagai sebuah tim – dan ada perasaan tulus ‘kami ingin bermain bagus buat orang ini,” lanjutnya.
Owen Hargreaves sendiri percaya bahwa Van Nistelrooy bisa memberikan bantuan buat beberapa pemain, khususnya mereka yang berperan sebagai penyerang. Seperti Marcus Rashford dan Alejandro Garnacho.
“Mereka perlu belajar dari salah satu sosok yang terbaik dalam melakukannya. Anda tidak perlu menjadi karakter utama, sang pelatih, tapi dia bisa membantu orang-orang ini mempelajari beberapa hal detail,” ucap Hargreaves.
Ferdinand sepakat dengan opini tersebut. “100 persen. Kita sedang duduk di sini menunggu pelatih terhubung dengan para pemain. Kita sudah punya satu. Kenapa anda harus menyingkirkan dia?” jawabnya.
“Ini keputusan berat, karena anda butuh kepribadian dan karakter yang kuat serta kepercayaan diri dalam apa yang dilakukan untuk berkata ‘saya tak peduli siapa di samping saya, saya bisa lakukan ini’. Anda harus mencari tahu apakah dia akan jadi nilai tambah atau pengalih perhatian,” pungkasnya.
(Mirror)