
Sumber: Getty/Laurence Griffiths
SABANEWSINDO.com – Lionel Messi lebih besar dari sebuah klub sepak bola, mungkin itu bisa disepakati mengingat kualitasnya yang luar biasa. Namun ada kalanya dia tidak berkutik di hadapan sejumlah sosok, khususnya pelatih seperti Josep Guardiola.
Rafael Marquez cukup beruntung karena bisa menyaksikan momen ketika Messi disuruh diam oleh Guardiola. Sebab pemandangan seperti itu tidak setiap hari terjadi. Marquez kemudian menceritakan laporan pandangannya ke publik.
Jadi, dalam satu kesempatan, Marquez dan Messi saling beradu mulut saut pertandingan di sesi latihan. Marquez kesal terhadap pria asal Argentina itu karena menahan bola terlalu lama dan tak kunjung melepaskan tembakan.
Adu mulut itu berlangsung cukup panas dan terjadi di tengah lapangan. Guardiola yang bertindak sebagai pelatih kala itu memilih berpihak kepada Marquez, dan meminta Messi untuk diam agar pertengkaran tidak berlanjut.
“Ya, [kami bertengkar] dalam pertandingan lima pemain. Dia ada di dalam tim saya dan tentu saja, Messi memegang bola. Gol sudah berada di depan mata dan dia tidak melakukan tembakan,” cerita Marquez kepada The Mirror.
Baca juga: Baru Terungkap, Raphinha Pernah Hampir Cabut Dari Barcelona Berkali-kali
“Dalam keadaan tertinggal, kami berkata kepada dia: ‘Messi, tembak, kejar bolanya, cetaklah gol’. Tidak terjadi apa-apa. Sampai akhirnya saya kesal dan memberitahu dia: ‘Messi, lepaslah bolahnya, bro’.”
“Jadi dia kemudian mendekat dan menjawab perkataan saya. Pep tiba dan berkata: ‘Messi, diamlah. Anda harus menghormati hirarki Rafa,” lanjut pria berkebangsaan Meksiko tersebut.
Messi sendiri, ketika masih muda, ternyata merupakan sosok penurut. Ia banyak mendengarkan saran dari para pemain senior khususnya Rafa Marquez, yang sudah lebih dulu jadi pemain penting di Barcelona.
“Saya melihat debut Messi ketika masih muda. Kami sudah dengar soal anak di La Masia yang sangat berbeda dengan lainnya, yang bisa menjadi sosok pembeda dan sosok yang fenomenal,” kenang Rafa.
“Dan sejujurnya, sejak tiba, itu sudah sangat terlihat. Kami meyakini dia menjadi pemain hebat, tapi tentu saja, kami harus membantu dia karena masih sangat muda. Di sesi latihan, saya memberinya perintah dan dia mendengarkan,” pungkasnya.
(Mirror)