
Sumber: Getty/Ash Donelon
SABANEWSINDO.com – Peran penting yang diemban di Manchester United membuat Bruno Fernandes menjadi seorang diva. Setidaknya begitu pemikiran mantan pemain Arsenal, Emmanuel Petit, ketika melihatnya di lapangan.
Bruno Fernandes memang kerap tampil mengesankan bahkan sejak pertama kali tiba di Old Trafford pada tahun 2020 lalu. Ketika Manchester United kerap tampil angin-anginan, pria asal Portugal itu selalu konsisten dalam performanya.
Jadi, tidak heran kalau dirinya menjadi pusat permainan The Red Devils di era kepemimpinan Erik ten Hag. Acap kali, ia menunjukkan perasaan kesalnya ketika rekan-rekan setimnya tak mampu menjalankan perannya masing-masing.
Salah satu contoh yang paling terlihat adalah ketika Manchester United dihajar 0-7 oleh rival bebuyutannya, Liverpool pada tahun 2023 lalu. Beberapa kali Fernandes menampakkan gestur tubuh yang tidak menyenangkan.
Hal itu membuat Petit yakin kalau Bruno Fernandes tumbuh menjadi seorang diva di Old Trafford. Bukan sebagai seorang kapten, yang merupakan jabatan sang gelandang pada saat ini.
Baca juga: Newcastle United Siap Selamatkan Antony dari Manchester United?
“Saya pikir dia adalah pemain yang bagus, tapi saya merasa kalau dia juga seorang diva. Dia terkadang bertingkah seperti diva, bukan seorang kapten,” kata Petit ketika diwawancarai oleh Drive baru-baru ini.
“Dia mengenakan ban kapten tapi jika saya jujur kepada anda, jika saya rekan setimnya di ruang ganti dan melihat perilakunya sesekali di lapangan yang sering komplain, itu bukanlah hal yang ingin anda dengarkan dari kapten.”
Petit melihat kalau dulunya Bruno Fernandes tidak bertingkah seperti demikian ketika pertama kali berlabuh di Old Trafford. Sikapnya berubah setelah mendapatkan kontrak baru dari manajemen klub.
“Saya sangat terkesan selama Covid-19, di mana pertandingan digelar tanpa penonton karena dia terlihat sangat luar biasa dalam setiap pertandingan,” lanjut pria berdarah Prancis tersebut.
“Namun dia menandatangani kontrak baru, dan juga melihat dia di Portugal. Terkadang saya terganggu ketika menonton dia di TV. Saya jadi ingin masuk ke TV dan bermain di depan dia sebagai lawan untuk mengganggunya di lapangan.”
(Drive via Goal International)