
Sumber: Getty/Angelo Blankespoor
SABANEWSINDO.com – Matthijs de Ligt mencuri perhatian dengan sebuah kesalahan yang dilakukan saat memperkuat Timnas Belanda. Beruntung, tim berjuluk Die Oranje masih mampu mencuri kemenangan di pertandingan tersebut.
Seperti diketahui, Belanda menjalani laga perdananya di pentas UEFA Nations League pada akhir pekan kemarin. Mereka bertemu Bosnia & Herzegovina di Stadion Phillips dan berhasil keluar sebagai pemenang dengan skor telak 5-2.
Sempat terjadi adu cetak gol pada babak pertama. Joshua Zirkzee membuka keran gol Belanda pada menit ke-13, dan dibalas Emedin Demirovic pada menit ke-27. Belanda menutup babak kedua dengan unggul 2-1 berkat aksi Tijjani Reijnders.
Belanda semakin menjauh pada babak kedua dengan gol yang dicetak Cody Gakpo. Namun Bosnia mampu mengejar setelah Edin Dzeko mencetak gol di menit ke-73. Dan pada momen inilah, De Ligt melakukan kesalahan.
Ia tidak memberikan pengawalan ketat kepada Dzeko ketika menerima umpan silang. Padahal saat itu, ia berada sendirian di jantung pertahanan. Membuat bomber Fenerbahce tersebut mencetak gol tanpa kesulitan.
Baca juga: Posisi Erik ten Hag di Manchester United Terancam, Ini Alasannya
De Ligt menyadari bahwa gol tersebut merupakan tanggung jawabnya. Kepada awak media usai pertandingan, pemain Manchester United tersebut mengakui kalau dirinya harusnya bisa melakukan lebih baik di momen itu.
“Saya pikir anda tahu bagaimana perasaan saya. Kami menang… lalu kemudian ke bagian individu. Saya seharusnya bisa melakukan hal yang lebih baik ketika gol kedua mereka, dan saya tahu persis itu,” katanya, dikutip Goal International.
“Saya tidak begitu memahami apa yang terjadi. Saya harusnya bisa menyapu bola, tapi saya terus mengalami keraguan ketika sedang bermain. Itu benar-benar menyebalkan,” lanjut pemain berusia 25 tahun tersebut.
Sang pelatih, Ronald Koeman, berusaha memberi pembelaan untuk sang pemain. Sembari berkata kalau De Ligt memang melakukan kesalahan, ia juga memahami bahwa pemain tak bisa lepas dari itu.
“Dia sudah menyadari bahwa dirinya berada di posisi yang salah. Harusnya itu tak terjadi, tapi kesalahan adalah bagian dari sepak bola. Saya pikir bukan sesuatu yang adil untuk membesar-besarkan hal tersebut,” tuturnya.
(Goal International)