
Sumber: Getty/Serena Taylor
SABANEWSINDO.com – Bursa pelatih Inggris sekarang lebih condong ke sosok Eddie Howe. Sebab nahkoda Newcastle tersebut tidak menutup kemungkinan untuk menukangi The Three Lions jika The Magpies sudah tidak membutuhkannya lagi.
Seperti diketahui, posisi kepelatihan Timnas Inggris lowong begitu Gareth Southgate memutuskan mundur. Keputusan tersebut dilontarkan olehnya setelah The Three Lions kalah dari Spanyol di partai final Euro 2024.
Kendati belum mempersembahkan piala, tapi setidaknya Southgate telah menetapkan standar tinggi buat calon penggantinya. Karena bukan cuma di edisi kali ini, Southgate juga membantu Inggris mencapai final di edisi 2020 lalu.
Bukan cuma itu, pria berumur 58 tahun tersebut juga sempat membawa Inggris menjadi juara empat dalam Piala Dunia 2022. Standar tinggi telah ditetapkan, dan mungkin bakal membuat FA kesulitan mencari sosok penggantinya.
Namun tentu saja, tidak semua pelatih akan menolak peluang menukangi timnas. Eddie Howe adalah salah satunya. Namun, ia hanya akan bersedia meninggalkan Newcastle jika klub tak lagi menginginkannya.
Baca juga: Gareth Southgate Mundur, Siapa yang Jadi Pelatih Timnas Inggris Berikutnya?
“Saya sungguh ingin bertahan tapi harus tepat buat saya dan klub. Tidak ada gunanya saya berkata senang bertahan di Newcastle jika dinamikanya tidak tepat. Saya tentu takkan melayani Newcastle dengan baik jika demikian,” katanya.
“Jadi selama saya senang, merasa diduking, merasa bebas untuk bekerja dengan cara sendiri, saya tidak memikirkan hal selain Newcastle. Saya benar-benar mencintai klub ini. Mencintai pendukungnya. Tak ada tempat yang lebih baik.”
“Ada banyak perubahan di klub pada musim panas ini. Musim panas yang sangat menyulitkan buat semua orang yang berkoneksi dengan klub. Dengan datangnya perubahan, muncul perasaan baru.”
Howe memberikan indikasi kalau dirinya bisa saja berpisah dari Newcastle sebelum Premier League dimulai. “Selama saya senang dengan posisi saya sekarang,” jawabnya ketika ditanya soal kans memimpin The Magpies di laga pertama.
“Selama saya merasa didukung oleh klub dan bebas bekerja dengan cara yang saya inginkan, iya. Itu hal krusial. Sudah jelas saya harus senang di tempat bekerja. Saya harus merasakan bahwa ini bisa menguntungkan saya dan klub agar bisa berhasil,” pungkasnya.
(Metro Sports)