
Sumber: Getty/Visionhaus
SABANEWSINDO.com – Syarat untuk menjadi tetap kompetitif adalah dengan merekrut pemain baru dalam bursa transfer musim panas. Dan itulah yang akan dilakukan oleh Manchester United selama beberapa bulan ke depan.
2023/24 telah membuktikan bahwa Manchester United tidak cukup kompeten untuk bersaing di papan atas klasemen Premier League. Mereka cuma mampu finis pada peringkat ke-8 dengan 14 kekalahan dari 38 pertandingan yang dimainkan.
Namun, bukan berarti harapan untuk bersaing pada musim depan jadi pupus seketika. Manchester United membuktikan adanya secercah harapan dengan mengalahkan Manchester City pada laga final FA Cup akhir bulan Mei lalu.
Harapan bisa meninggi jika mereka melakukan pembelian pemain yang tepat pada bursa transfer musim panas tahun ini. Tak lagi mengulangi kesalahan dengan membuang-buang uang untuk pemain yang sejatinya tidak dibutuhkan.
Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, proses perekrutan pemain akan dipimpin oleh INEOS selaku pemilik saham minoritas di klub. Di tangan Sir Jim Ratcliffe dan beberapa anggota direksi baru, Manchester United diharapkan bisa merekrut pemain yang tepat.
Baca juga: Bek Chelsea Jadi Incaran Manchester United Untuk Gantikan Raphael Varane
Aturan mainnya seperti ini: Erik ten Hag selaku pelatih akan memberitahu sektor yang perlu dibenahi, dan INEOS memberikan tiga opsi pemain sebagai timbal baliknya. Dan baru-baru ini, Ten Hag memberitahu sektor yang perlu dibenahi tersebut.
“Kami butuh striker untuk bekerja bersama Rasmus Hojlund. Saya juga berharap kami bisa mendatangkan gelandang tengah dan juga pengganti Varane,” kata pelatih berkebangsaan Belanda itu, dikutip The Mirror.
“Maka saya pikir situasinya akan sangat baik buat musim depan – dengan catatan bahwa para pemain dalam kondisi bugar dan terus seperti itu. Dengan begitu, anda bisa mulai bermain ke posisi empat besar dengan skuat seperti itu.”
“Rencana tahun lalu sudah jelas: Kami membeli striker dan mendapatkan kiper yang mampu membentuk permainan dari belakang, serta gelandang tambahan.”
“Itulah pendekatannya dan menurut teori, kami seharusnya menjadi lebih kuat dan mampu mengamblil langkah berikutnya. Namub praktiknya benar-benar berbeda. Itu dikarenakan cedera, khususnya di sektor pertahanan.”
“Singkatnya, itulah inti dari musim ini. Saya punya ide yang jelas tentang arah yang harus dituju [tahun lalu], tetapi karena semua cedera ini, dan beberapa masalah di luar lapangan, saya jadi tak bisa mewujudkannya,” pungkasnya.
(The Mirror)