
Sumber: Getty/Elianton
SABANEWSINDO.com – Keberhasilan Juventus menjuarai Coppa Italia pada Kamis (16/5/2024) dinodai oleh kelakuan sang pelatih, Massimiliano Allegri. Ia melakukan sejumlah tindakan yang kurang terpuji saat laga berlangsung hingga momen selebrasi juara.
Juventus berhasil keluar sebagai pemenang dari laga final kontra Atalanta dengan skor tipis 1-0. Sang penyerang, Dusan Vlahovic, menjadi penentu kemenangan melalui golnya yang tercipta pada menit ke-4.
Massimiliano Allegri memiliki banyak momen menarik perhatian pada laga kali ini. Semuanya dimulai dengan amarahnya kepada wasit di pinggir lapangan, yang membuatnya mendapatkan kartu merah dan diusir dari permainan.
Bukan cuma dengan wasit, Allegri juga menciptakan kisruh dengan Cristiano Giuntoli selaku direktur Juventus. ia sempat tertangkap kamera mengusir Giuntoli ketika sedang menikmati selebrasi juara dengan para pemain.
Momen ini menunjukkan bahwa ada yang tidak beres di antara Allegri dengan manajemen klub. Corriere della Sera sendiri bisa mengkonfirmasi bahwa pria berusia 56 tahun itu memang tidak memiliki hubungan baik dengan mereka yang ada di balik layar.
Baca juga: Gleison Bremer Bilang Massimiliano Allegri Marah ke Pemain Juventus, Kenapa?
Disebutkan dalam laporan, bahwa perekrutan pemain menjadi biang masalah di antara kedua belah pihak. Allegri diketahui menginginkan Giacomo Bonaventura atau Roberto Pereyra, tapi pihak klub justru mendatangkan Carlos Alcaraz dan Tiago Djalo.
Masalah diperparah dengan munculnya rumor pendekatan klub terhadap pelatih Bologna, Thiago Motta. Padahal beberapa waktu lalu, Giuntoli sempat mengutarakan kepercayaannya terhadap Allegri dalam sesi wawancara terbuka.
Allegri tidak menyukai tindak-tanduk Giuntoli. Baginya, Giuntoli seharusnya bersikap lebih transparan kepada dirinya dan juga para pemain. Apalagi sang direktur juga menolak diskusi soal masa depan Allegri secara tertutup.
“Beruntung, situasinya akan segera selesai. Musim ini, saya adalah penangkal petirnya; mari lihat siapa yang akan menjadi seperti itu musin depan,” tutur Allegri, seperti yang dilaporkan Corriere della Sera.
Mungkin, apa yang dilakukan Allegri usai membantu Juventus memenangkan final Coppa Italia merupakan luapan dari rasa frustrasinya. Pada akhirnya pihak klub mengambil tindakan tegas dengan memecatnya selang sehari setelah laga final tersebut.
(Corriere della Sera)