
Sumber: Getty/Anadolu
SABANEWSINDO.com – Perpisahan dengan klub raksasa Italia, AS Roma, rupanya masih meninggalkan rasa getir di lidah Jose Mourinho.
Sebagai salah satu pelatih yang dikenal terbaik di dunia, Mourinho jelas diinginkan oleh banyak klub papan atas Eropa. Tidak terkecuali Roma, yang berhasil membawanya ke Stadio Olimpico pada tahun 2021 lalu.
Kehadiran pria asal Portugal itu rupanya memberikan peruntungan kepada Giallorossi. Di mana pada musim debutnya, Mourinho sukses membawa Roma melaju jauh hingga babak final UEFA Conference League.
Perlu diketahui bahwa itu adalah final kejuaraan Eropa pertama untuk AS Roma sejak terakhir melakukannya pada tahun 1991 silam. Roma pun berhasil keluar sebagai juara di kompetisi itu usai mengalahkan Feyenoord dengan skor tipis 1-0.
Walaupun hanya kompetisi ketiga dalam perkastaan sepak bola Eropa, kesuksesan itu membuat fans AS Roma semakin mencintai Mourinho. Kecintaan itu semakin kuat setelah Roma mencapai final Europa League pada musim berikutnya.
Baca juga: Cabut Dari Real Madrid, Salah Satu Penyesalan Terbesar Dalam Karir Jose Mourinho
Sayangnya, untuk kali itu, Mourinho gagal menambah koleksi medali juaranya di kompetisi Eropa. Roma kalah dari wakil Spanyol, Sevilla, pada pertandingan tersebut dengan dihiasi keputusan kontroversial dari Anthony Taylor selaku wasit.
Dua kesuksesan ini seharusnya bisa memperpanjang perjalanan Mourinho bersama AS Roma. Sayangnya, enam bulan setelah mencapai keberhasilan, pihak manajemen klub malah mengedarkan surat pemecatan untuknya.
Keputusan itu ternyata masih meninggalkan rasa pahit buat Mourinho. Ia bahkan mengaku tak ingin lagi menonton pertandingan Roma, kendati sempat membeli tiketnya hanya untuk memberikan ucapan perpisahan kepada para pendukung Giallorossi.
“Bukan cuma satu [tiket], tapi empat,” kata Mourinho kepada Corriere dello Sport. “Saya berada di hotel dengan asisten saya, dan mereka berkata: ‘Mister, anda pantas mengucapkan selamat tinggal ke fans, ayo,” kenangnya.
“Saya sempat memikirkan soal itu untuk beberapa lama, dan kemudian saya merasa takut akan dituduh sudah mengganggu seseorang, dan saya tidak melakukan hal-hal tersebut,” lanjut pria yang kini melatih Fenerbahce itu.
Sejak saat itu, Mourinho mengaku tidak lagi menyaksikan kiprah Roma. Namun ia masih mengikuti perkembangan mantan klub asuhannya yang juga berasal dari Italia, Inter Milan. “Saya tidak pernah menonton Roma lagi, tapi saya menonton Inter,” pungkasnya.
(Corriere dello Sport)