
Sumber: Getty/John Powell
SABANEWSINDO.com – Sebentar lagi, Jurgen Klopp akan meninggalkan Liverpool secara resmi. Dalam kesempatan ini, ia menyempatkan diri melontarkan lelucon soal Chelsea dan pemiliknya, Todd Boehly, dalam sebuah wawancara.
Klopp resmi meninggalkan Liverpool begitu kontraknya selesai pada akhir bulan Juni mendatang. Ia tidak berniat melanjutkan perjalanannya di Anfield Stadium karena ingin mengambil waktu untuk rehat sejenak dari dunia kepelatihan.
Selama sembilan tahun dihabiskan oleh pria asal Jerman tersebut untuk memimpin Liverpool. Delapan gelar dihasilkan, datangnya dari berbagai kompetisi bergengsi seperti Premier League dan Liga Champions.
Bisa dikatakan, sembilan tahun yang dihabiskan Klopp di Anfield berjalan dengan sukses. Klopp sendiri, sembari bercanda, merasa tak mampu menjalani masa yang sama jika bersama klub lain, khususnya Chelsea.
Candaan itu terlontar ketika dirinya berbincang dengan seorang komedian bernama John Bishop dalam sebuah acara. Pelatih berusia 56 tahun itu mengaku bersyukur karena melatih klub yang dipimpin oleh Fenway Sport Group, bukan Todd Boehly.
Baca juga: Mungkinkah Arne Slot Sukses di Liverpool? Begini Kata Robin van Persie
“Kita seharusnya merasa sangat senang bisa memiliki mereka [Fenway Sports Group] dan bulam mereka yang membeli klub London. Saya tidak akan tahan setahun [bersama mereka],” kata Klopp, seperti dikutip Metro Sports.
“Akhirnya mereka [Chelsea] bermain seperti yang semua orang pikirkan, ‘oh, mereka mungkin akan kembali’, lalu mereka tetap memecat sang pelatih,” lanjutnya.
“Pemilik merasa bertanggung jawab untuk klub. Apakah mereka yang terbaik di dunia? Saya tidak tahu, saya tidak bisa bilang. Namun mereka bekerja dengan sangat keras. Saya merasa didukung,” lanjutnya.
Selain Chelsea, Klopp juga menggunakan kesempatan ini untuk menyindir Manchester United karena kasus Jadon Sancho. “Jika seluruh dunia kelhiangan kepercayaan terhadap pemain, pelatih harus menjadi pendukung sang pemain,” ucapnya.
“Saya tidak bisa begitu saja menerima hal itu, ‘dia tidak berguna’, seperti yang dilakukan oleh klub lain. Membeli pemain seharga 80 juta pounds dan kemudian meminjamkannya,” pungkas pria yang juga pernah melatih Borussia Dortmund tersebut.
(Metro Sports)