
Sumber: Getty/Carl Recine
SABANEWSINDO.com – Manchester City masih belum mampu menyudahi mimpi buruknya. Ketika menghadapi Feyenoord di Etihad Stadium dalam rangka laga lanjutan Liga Champions, Rabu (27/11/24) dini hari, klub raksasa Inggris itu cuma bisa meraih hasil imbang.
Hasil ini cukup disayangkan karena Manchester City, yang berlaku sebagai tuan rumah, mampu menguasai jalannya pertandingan. Mereka mencatatkan penguasaan bola sebesar 64 persen dan melepaskan sebanyak 18 tembakan.
Klub besutan Josep Guardiola itu juga mampu unggul lebih dulu lewat eksekusi penalti sang penyerang, Erling Haaland, pada menit ke-44. Ilkay Gundogan berhasil menggandakan keunggulan di awal babak kedua, kemudian disusul Haaland lagi pada menit ke-53.
Sekilasi Manchester City tampak akan keluar sebagai pemenang. Keunggulan tiga gol di babak kedua bukanlah hal yang mudah buat dikejar. Namun sayangnya, The Citizens gagal mengantongi tiga poin dari pertandingan kali ini.
Mimpi buruk terjadi dalam 15 menit terakhir pertandingan, di mana gawang yang dikawal Ederson bobol tiga kali. Dimulai oleh Anis Hadj-Moussa pada menit ke-75, Santiago Gimenez di menit ke-82, dan ditutup David Hancko pada menit ke-89.
Baca juga: Dihajar Tottenham, Manchester City Sekarang Jadi Mudah Buat Dikalahkan
Hasil ini jelas membuat publik tercengang. Seolah-olah Manchester City lupa caranya untuk mendapatkan kemenangan. Sang mantan bek, Gael Clichy, sampai heran melihat performa yang disajikan Erling Haaland dkk.
“Saya tak bisa berkata-kata. Di depan anda harus memberikan kebebasan, tapi buat bek ada aturan yang harus anda ikuti. Ketika bertahan dan tidak ada tekanan, anda tidak bisa membiarkan lini pertahanan anda jadi datar,” katanya kepada BBC Sports.
“Dari pertandingan yang sangat nyaman untuk dimenangkan, unggul 3-0, semuanya langsung memikirkan soal pertandingan melawan Liverpool hari Minggu nanti, dan sekarang 3-3, rasanya seperti kekalahan,” lanjutnya.
Reaksi serupa juga ditunjukkan oleh mantan pelatih Manchester CIty, Stuart Pearce. “Garis pertahanan yang tinggi, kesalahan individu. Itulah yang membuat mereka kehilangan keunggulan,” tuturnya, juga kepada BBC Sports.
“Saya menduga akan ada satu atau dua kebenaran di ruang ganti. Pujian buat Feyenoord. Mereka terus berusaha dan berusaha. Para fans mereka berselebrasi selayaknya telah memenangkan liga,” pungkasnya.
(BBC Sports)