
Sumber: Getty/James Gill – Danehouse
SABANEWSINDO.com – Des Lynam memberikan penjelasan tentang kenapa ia meyakini kalau Manchester United bisa bangkit dengan Gary Neville di kursi kepelatihan.
Manchester United terus mengalami penurunan semenjak ditinggal oleh pelatih legendaris, Sir Alex Ferguson pada tahun 2013 lalu. Klub berjuluk The Red Devils itu bahkan sudah tidak pernah lagi meraih piala Premier League sejak itu.
Situasinya sekarang bahkan lebih buruk. Ruben Amorim yang ditunjuk untuk menggantikan Erik ten Hag belum menyelesaikan masalah. Sejak dia datang, MU menelan empat kekalahan dari enam pertandingan kandangnya.
Cristiano Ronaldo pernah datang dan mencoba menyelamatkan Manchester United sebagai pemain pada tahun 2021. Namun ia pergi pada tahun 2023 dengan meninggalkan pesan: Bahwasanya masalah klub bukanlah pelatih, tapi lebih dari itu.
Meski begitu, masih banyak orang beranggapan bahwa kehadiran pelatih baru akan memberikan dampak kepada Manchester United. Di mana pelatih yang menjabat harusnya memiliki koneksi kuat dengan klub serta level kepemimpinan yang berkualitas.
Baca juga: Casemiro Sudah Tidak Punya Masa Depan di Manchester United?
Merujuk kepada aspek tersebut, Des Lynam yang merupakan mantan host di Match of the Day yakin bahwa Gary Neville adalah jawaban. “Beberapa tahun lalu saya bilang bahwa satu-satunya orang yang bisa mengembalikan United ke era kejayaannya adalah Gary Neville.”
“Neville masih menjadi orang terbaik untuk tugas tersebut. Dia punya darah Manchester United yang mengalir dalam nadinya. Dia sangat terluka oleh kesulitan klub saat ini,” tulis Lynam dalam sebuah kolom khusus di The Telegraph.
“Dia punya kepribadian yang kuat dan akan menjadi sosok yang besar di ruang ganti. Oh, dan para pebisnis [pemilik klub] sebaiknya berhati-hati, Neville adalah seorang pebisnis yang cerdik.”
“Permohonan saya kepada dia sudah lebih dari tiga tahun yang lalu, tetapi saat para pebisnis dengan alis berkerut itu menempati tempat tinggal sementara mereka di ruang ganti United, menurut saya Neville tetap menajdi kandidat terbaik.”
Neville memang pernah menorehkan namanya dalam dunia kepelatihan saat menukangi Valencia. Namun setelah cabut, ia memutuskan utnuk melanjutkan karirnya sebagai pandit serta membangun usaha bisnis.
(The Telegraph)