
Sumber: Getty/Christian Kaspar-Bartke
SABANEWSINDO.com – Keputusan meninggalkan Chelsea pada tahun 2019 lalu akan selalu menjadi penyesalan dalam karir panjang Maurizio Sarri sebagai pelatih. Dan ia mengakui kalau dirinya seharusnya tidak pergi dari Stamford Bridge pada saat itu.
Nama Sarri sebagai pelatih meroket tajam ketika menukangi klub raksasa Italia, Napoli. Walaupun belum pernah mengangkat piala dengan klub berjuluk Il Partenopei itu, ia tetap dianggap sebagai salah satu nahkoda terbaik.
Itulah yang meyakinkan Chelsea untuk menunjukkan sebagai pelatih baru pada tahun 2017. Ia menggantikan kompatriotnya, Antonio Conte, yang dipecat satu hari sebelum penunjukkannya. Musim perdananya terbilang cukup sukses.
Di Premier League, Sarri berhasil membantu Chelsea menduduki peringkat ketiga dalam klasemen akhir. Mereka juga bisa keluar sebagai runner-up di pentas Carabao Cup, di mana Chelsea kalah lewat adu penalti dari Manchester City.
Sarri bahkan berhasil menghiasi perjalanannya di Stamford Bridge dengan piala. Ya, ia membawa Chelsea keluar sebagai juara di ajang Liga Europa usai mengalahkan rival sekota, Arsenal, dengan skor 4-1 dalam partai final.
Baca juga: Chelsea Bisa Jadi Juara Premier League Jika Sektor Ini Diperbaiki Di Bulan Januari
Catatan ini memberikan harapan, bahwa Sarri bisa memberikan kesuksesan yang lebih besar pada musim berikutnya. Namun alih-alih memenuhi ekspektasi tersebut, ia justru lebih memilih kembali ke Italia dan bergabung dengan Juventus.
Keluarga menjadi alasan mengapa Sarri meninggalkan Stamford Bridge pada saat itu. Kemudian, permasalahan yang dialami oleh Roman Abramovich sebagai pemilik klub juga membuatnya jadi mempertimbangkan keputusannya untuk pergi.
“Patokan saya hanya Marina [Granovskaia, direktur Chelsea saat Sarri melatih]. Mereka tidak memiliki direktur olahraga, sehingga situasinya jadi tidak begitu jelas. Jadi saya ingin kembali ke Italia, tapi itu adalah kesalahan,” katanya, dikutip Metro Sports.
“Akan lebih baik kalau saya tinggal di sana. Saya sedikit khawatir soal situasi di Chelsea. Sangat tidak jelas. Saya bertanya kepada Marina apakah mungkin untuk kembali ke Italia dan Marina meminta uang kepada Juventus agar bisa melepas saya.”
“Mereka bilang jika saya bisa saja bertahan di Chelsea. Tapi akhir musim dengan Chelsea hasil dan pengalamannya sudah bagus. Tentu saja ada dua atau tiga bencana. Sekarang saya sudah siap untuk memulai lagi. Saya tidak tahu di mana, tapi saya beserta staf sudah siap,” pungkasnya.
(Metro Sports)