
Sumber: Getty/FIGC
SABANEWSINDO.com – Perjalanan bersama klub papan atas Eropa membuat nama Josep Guardiola keran disebut-sebut sebagai pelatih terbaik di dunia saat ini. Jadi tidak heran kalau banyak pelatih muda yang terinspirasi dari gaya bermainnya.
Bisa dikatakan kalau Guardiola yang mempopulerkan gaya bermain tiki-taka sewaktu di Barcelona dulu. Penguasaan bola menjadi kunci, di mana para pemain hanya menyentuh bola dalamn waktu singkat.
Karakteristik tiki-taka sendiri berupa operan pendek, jarak antar pemain yang begitu rapat, dan membawa bola dari belakang hingga ke depan. Operan-operan cepat itulah yang membuat lawan sulit untuk merebut bola.
Gaya bermain ini sendiri dibawa Guardiola hingga ke klubnya yang sekarang, Manchester City. Walau tidak semirip waktu di Barcelona dulu, The Citizens tetap mengutamakan penguasaan bola sebagai gagasan utama dari permainannya.
Banyak pelatih yang kemudian terinspirasi dari skema ini, dan mencoba mengaplikasikannya. Contohnya Maurizio Sarri, yang menggunakan filosofi permainan serupa tapi dalam bentuk ‘vertical tiki-taka’.
Baca juga: Pep Guardiola Resmi Perpanjang Kontrak di Manchester City
Banyaknya pelatih yang terinsipirasi oleh tiki-taka membuat mantan nahkoda AS Roma, Daniele De Rossi, menjadi resah. Ia merasa filosofi permainan tersebut merusak sepak bola, khususnya pada level muda.
“Sepak bola adalah olahraga yang sederana, tapi sulit untuk melakukan hal sederhana itu. Semua pelatih ingin mengimitasi Guardiola, tapi ini merebut bola dari kaki anak-anak dalam latihan taktik selama satu jam,” katanya, dikutip TMW.
“Anak-anak harus menghadapi tantangan, bermain satu lawan satu dan bersenang-senang. Seiring bertumbuh, mereka akan membutuhkan jenis latihan yang berbeda karena sepak bola dan semua olahraga lainnya membutuhkan lebih banyak fisik.”
De Rossi tampaknya tidak memiliki kekaguman terhadap pria asal Spanyol tersebut. Ia lebih mengagumi pelatih Atalanta, Gian Piero Gasperini, yang dirasanya sebaai pelatih Italia terbaik dalam 15 tahun terakhir.
“Mungkin pelatih Italia terbaik dalam 15 tahun terakhir adalah Gasperini, yang berhasil mengubah hidup sebuah klub dan juga kotanya. Atalanta menjadi tim hebat dalam sepak bola Italia dan meraih trofi mengubah perjalanan anda.”
“[Luciano] Spalletti juga pelatih hebat, dan sudah dikenal lebih banyak orang semenjak berhasil memenangkan gelar di Napoli. Kemenangan bukanlah hal fundamental, tapi saya merasa bahwa mereka yang menang akan mendapatkan atensi lebih besar,” pungkasnya.
(TMW)