Sumber: Reuters/Peter Cziborra
SABANEWSID.com – Efektivitas VAR menjadi bahan diskusi serius sejak pekan lalu. Alhasil, banyak yang kemudian berandai-andai, bagaimana jika Premier League bergulir tanpa campur tangan VAR? Apakah Manchester City masih menjadi klub terbaik hingga pekan ini?
Pertanyaan tersebut kemudian berusaha dijawab Daily Star Sport. Dengan menilik ulang semua pertandingan yang sudah dijalani di musim ini, performa dan hasil yang diraih tim pun dihitung ulang dengan tanpa mempertimbangkan keuntungan yang diperoleh dari VAR. Hasilnya, Manchester City tidak lebih baik dari tim asal London, Tottenham Hotspur.
Tim besutan Ange Postecoglou menjalani musim terbaik mereka di musim ini dengan memenangkan lima dari tujuh pertandingan liga mereka. Namun, tanpa teknologi VAR, harusnya Tottenham bisa memenangi enam laga. Saat melawan Brentford, Tottenham dirugikan dengan campur tangan VAR, yang merekomendasikan tendangan penalti untuk tim lawan, yang kemudian dikonversi oleh Bryan Mbuemo. Skor akhir pun berkesudahan dengan imbang 2-2 melawan Brentford.
Sementara Chelsea dan Manchester United, sama-sama mengawali musim dengan mengecewakan. Dan tanpa bantuan VAR, performa mereka juga tak bisa dikatakan membanggakan. Dalam perhitungan ulang tanpa campur tangan VAR, posisi mereka di klasemen dan penghitungan poin ternyata tidak akan berubah.
Di bawah ini adalah posisi klasemen Premier League tanpa VAR di musim ini:
1. Tottenham – 19 angka
2. Manchester City – 18 angka
3. Arsenal – 17 angka
4. Liverpool – 16 angka
5. Aston Villa – 15 angka
6. Brighton – 15ptd
7. West Ham – 13 angka
8. Newcastle – 12 angka
9. Crystal Palace – 11 angka
10. Manchester United – 9 angka
11. Chelsea – 8 angka
12. Fulham – 8 angka
13. Nottingham Forest – 7 angka
14. Wolves – 7 angka
15. Brentford – 5 angka
16. Everton – 4 angka
17. Luton – 4 angka
18. Bournemouth – 3 angka
19. Burnley – 3 angka
20. Sheffield United – 1 angka
Baca juga: Liverpool Tidak Minta Laga vs Tottenham Diulang, Klopp: Kami Sudah ‘Move On’ Kok
Kepercayaan terhadap VAR, dan kepemimpinan wasit secara umum bisa dibilang berada pada titik terendah sepanjang masa di Premier League. Gara-garanya tentu karena miskomunikasi di laga Tottenham melawan Liverpool pekan lalu, yang membuat gol sah Diaz melawan Spurs dianulir secara keliru.
Pemain Kolombia itu dinyatakan offside oleh hakim garis sebelum memasukkan bola ke gawang, namun ofisial VAR secara keliru mengira gol telah diberikan, jadi setelah meninjau kejadian tersebut mereka memberi tahu wasit bahwa keputusan tersebut ‘benar’.
PGMOL kemudian mengeluarkan pernyataan setelah pertandingan meminta maaf atas kesalahan tersebut, dan menyebutnya sebagai “kesalahan manusia yang signifikan”. Darren England dan Dan Cook, yang bertugas di VAR selama pertandingan, kemudian dikeluarkan dari tugas wasit mereka di laga akhir pekan ini.