
Sumber: Getty/Rudy Carezzevoli
THESABASPORTSINDO.COM – Ada kabar buruk datang bagi Max Verstappen. Pembalap Red Bull itu dikabarkan akan mendapatkan penalti di F1 Brazil 2024.
Setelah menuntaskan gelaran F1 Mexico City, para pembalap akan terbang ke Brasil pada akhir pekan ini. Mereka akan balapan di kota Sao Paolo untuk lanjutan kejuaraan dunia balap mobil tersebut.
Max Verstappen yang finish di peringkat enam pada F1 Mexico kemarin bertekad untuk memperbaiki catatannya di Brazil. Pasalnya selisih poinnya dengan Lando Norris di peringkat kedua mulai menipis.
Namun ada kabar buruk datang bagi Verstappen. Ia berpotensi mendapatkan penalti di F1 Brazil nanti.
Ini disebabkan karena pihak Red Bull berencana untuk mengganti mesin mobilnya di Brazil nanti. Pasalnya performa Verstappen belakangan ini kurang maksimal sehingga Red Bull ingin memperbaiki hal tersebut.
Baca Juga: Dapat Double Penalti di F1 Mexico, Begini Kata Max Verstappen
Hal ini dikonfirmasi oleh Helmut Marko. Bos Red Bull itu menyebut bahwa performa Verstappen belakangan ini cukup meresahkan sehingga ia berencana untuk memberikan mesin baru ke mobil Verstappen.
“Situasinya cukup mengkhawatirkan karena kami tidak bisa memaksimalkan performa ban kami, baik itu ban medium atau ban hard. Kami tidak bisa bersaing dengan dua tim terdepan, dan dari penelusuran kami, ini disebabkan karena masalah mesin,” ujar Marko kepada Motorsport.com.
“Kami harus melakukan sesuatu. Salah satunya adalah kami harus mengubah mesin kami karena kami benar-benar lamban di jalan lurus. Mesin baru ini kemungkinan akan kami pasang di Brazil nanti.”
“Mesin kami sudah tua dan sudah tidak cocok lagi untuk balapan. Semakin tua mesin kami, maka performanya juga akan menurun drastis,” imbuh Marko.
Lebih lanjut, Marko menyadari betul bahwa mengganti mesin di tengah seri balapan itu berpotensi menghasilkan penalti kepada timnya. Namun ia yakin dengan mesin baru tersebut, Verstappen bisa melaju dengan kencang.
“Ya, penalti yang akan kami dapatkan adalah mundur lima posisi. Bagi kami, itu bukan hukuman yang berat, terutama jika kami balapan di Brasil nanti,” sambung Marko.
“Di Brasil, anda bisa menyalip lawan dengan mudah. Sementara di jalur lurus, dengan mesin yang sekarang kami ketinggalan 3-8 km/jam. Jadi kami akan mengambil resiko tersebut,” ia menandaskan.