
Sumber: Getty/NurPhoto
SABANEWSINDO.com – Mantan kiper Liverpool, Loris Karius, dihadapkan pada titik terendah dalam karirnya. Ia masih belum mendapatkan klub hingga sekarang, membuatnya berpikir untuk gantung sepatu pada usia 31 tahun.
Nama Karius cukup ternoda dengan beragam aksi blundernya saat membela Liverpool dalam laga final Liga Champions 2018. Kesalahan fatal yang membuat The Reds harus bertekuk lutut di hadapan Real Madrid dengan skor 1-3.
Jasanya membawa Liverpool sampai ke babak final Liga Champions kala itu sirna begitu saja. Publik menjadikannya sebagai bahan olok-olokan, hingga membuatnya tersingkir dari posisi kiper utama.
Liverpool tidaklah jahat. Mereka memberikan kesempatan bagi pria asal Jerman itu untuk mengembalikan rasa percaya dirinya dengan meminjamkannya ke klub lain. Besiktas menjadi tempat bernaung untuknya setelah kejadian nahas di Liga Champions.
Ia bertahan selama dua musim di Turki. Sayangnya, Besiktas tidak tertarik untuk mempermanenkan statusnya meski Karius mencatatkan total 55 penampilan di Super Lig. Membuatnya harus melanjutkan perjalanan karir di Union Berlin.
Baca juga: Satu Kalimat dari Arne Slot yang Bantu Liverpool Kalahkan Real Madrid
Nasibnya semakin parah, di mana Union Berlin hanya memainkan dirinya sebanyak empat kali dalam ajang Bundesliga. Liverpool juga sudah menyerah, dan membiarkannya pergi dari Anfield Stadium saat kontraknya berakhir di tahun 2022.
Perjalanan Karius berlanjut ke Newcastle United, tapi hanya sebagai penghias bangku cadangan saja. Dan pada musim panas tahun ini, klub berjuluk The Magpies membiarkannya pergi dengan status bebas transfer.
Karius belum menemukan tempat bernaung lagi setelah cabut dari St. James Park. Absen bermain selama beberapa bulan membuatnya kepikiran untuk pensiun. “Kalau sudah lama absen seperti saya, maka sudah jelas anda akan mempertimbangkan pensiun,” katanya kepada SPORTbible.
“Saya masih belum membuat keputusan karena tidak perlu. Saya masih bugar. Saya masih punya semua potensi dan kemampuan. Namun kalau pintu tak segera terbuka, maka saya harus jujur kepada diri sendiri.”
“Saya harus bilang kepada diri sendiri, ‘dengar, ada banyak hal lain yang bisa dilakukan dan memberikan semangat, yang bisa dinikmati dan diusahakan.’ Saya tidak berpikir ini tidak akan berpengaruh, karena saya sudah menjalani proses ini selama beberapa tahun terakhir,” pungkasnya.
(SPORTBible)