
Sumber: Instagram @manchesterunited
SABANEWSINDO.com – Pada tahun 2021 lalu, Manchester United mendepak Ole Gunnar Solskjaer dari kursi kepelatihan. Keputusan tersebut diambil lantaran klub mendapatkan sejumlah hasil buruk di beberapa pertandingan sebelumnya.
Setelahnya, Manchester United mempekerjakan Ralf Rangnick dengan status interim. Hal ini dilakukan untuk mengisi waktu sembari membuat keputusan soal pelatih tetap yang baru. Dan pada akhirnya, mereka menjatuhkan pilihan ke Erik ten Hag.
Pergantian ini diharapkan bisa memberikan pengaruh terhadap pencapaian Manchester United, khususnya di kancah domestik. Harapan itu terlihat pada awal kepelatihan Ten Hag. Namun di musim ini, harapan tersebut perlahan sirna.
Klub berjuluk The Red Devils menelan 10 kekalahan pada paruh awal musim ini. Bukan cuma itu, mereka juga terdepak dari Liga Champions dan tak bisa berpartisipasi di Liga Europa lantaran menduduki peringkat dasar fase grup.
Belakangan, Manchester United mulai membaik dengan catatan empat kemenangan dari lima laga terakhir. Namun itu belum cukup untuk menghentikan rentetan kritikan yang tertuju kepada sang pelatih.
Baca juga: Manchester City Menolak Pandang Enteng Manchester United
Eks Arsenal, Cesc Fabregas, bergabung dalam fraksi pemberi kritikan saat berbicara dalam siniar Planet Premier League. Ia membandingkan era Ten Hag dengan Solskjaer. Menurutnya, nama terakhir terlihat lebih baik.
“Saya juga harus bilang bahwa saya tidak mengetahui angkanya, tapi dengan Ole, ada beberapa pertandingan yang bagus. Mereka punya struktur, punya rencana,” kata asisten pelatih Como tersebut.
“Setidaknya anda bisa melihat rencananya, yaitu bertahan dengan baik dan melakukan serangan balik yang bagus. Dan itu persis yang tidak dimiliki oleh Manchester United saat ini,” lanjutnya.
Fabregas melanjutkan komentar dengan menyoroti kekalahan Manchester United dari Fulham. “Tidak boleh terjadi bahwa tim hebat menerima serangan balik begitu sering dalam satu babak atau lebih dari 60 menit,” ucapnya.
“Dan ini menunjukkan bahwa mereka kekurangan sesuatu. Saya tidak tahu rencana permainannya, apakah dia punya struktur atau tidak, saya tidak tahu apa pesannya. Tapi, sudah pasti, jika ini terjadi pada tim saya, alarm akan sering berbunyi.”
(Planet Premier League via Goal International)