
Sumber: Instagram @lukaspodolski
SABANEWSINDO.com – Lukas Podolski pernah dianggap sebagai salah satu bomber handal di dunia sepak bola. Ia pernah meraih sejumlah gelar bergengsi baik di level klub dan internasional. Podolski bahkan pernah membantu Timnas Jerman juara Piala Dunia 2014.
Namun pada akhirnya, Podolski harus menerima kenyataan bahwa ketajamannya termakan oleh usia. Namanya pun mulai jarang terdengar di kancah sepak bola elit karena tergeser oleh pemain-pemain muda yang bermunculan.
Bisa dikatakan, Galatasaray adalah klub elit Eropa terakhir yang diperkuat oleh Podolski. Pada tahun 2017, perjalanan bersama klub Turki tersebut berakhir dan Podolski memilih hijrah ke Jepang untuk memperkuat Vissel Kobe.
Setelah tiga tahun, Podolski kembali ke Turki untuk membela Antalyaspor. Ia hanya bertahan selama satu musim sebelum memutuskan pindah ke klub Polandia, Gornik Zabrze. Kini usianya sudah menginjak angka 38 tahun.
Kendati telah memasuki usia yang layak untuk gantung sepatu, Podolski ternyata masih belum tertarik berhenti. Terinspirasi dari legenda Italia, Gianluigi Buffon, ia mengaku ingin terus bermain sampai usia 46 tahun.
Baca juga: Alex Telles: Cristiano Ronaldo Terlahir Sebagai Pemimpin
“Berapa usia Gigi Buffon ketika pensiun? 45 tahun? Itu artinya saya akan pensiun pada usia 46 tahun,” jawab Podolski saat diwawancara La Gazzetta dello Sport. “Terlepas dari candaan itu, saya tidak tahu [kapan akan pensiun].”
“Kontrak saya berakhir pada tahun 2025 tapi akan diteruskan sampai saya merasa baik. Bisa jadi sebelum atau setelahnya. Saya masih jarang mengalami cedera untuk sekarang, jadi saya belum mempertimbangkan untuk pensiun,” lanjutnya.
Fokus Podolski sekarang tidak hanya bermain sepak bola, tapi juga mengurus bisnis kebab miliknya. Ia bercerita kalau dirinya sangat mengutamakan bisnis. Bahkan bisa terjun ke lapangan jika memang dibutuhkan.
“Saya tinggal di Polandia tapi setiap kembali ke Jerman, saya selalu ke restoran saya. Wajah saya terpampang pada proyek ini, jadi artinya saya benar-benar terlibat. Jika tidak seperti ini, bisnisnya tidak akan berjalan.”
“Jika ingin sukses di bidang apapun dalam hidup, anda harus menaruh diri anda di barisan terdepan. Saya bisa membantu di dapur terkadang meski biasanya saya sibuk dengan surel dan telepon. Mengurus bisnis itu memakan waktu.
Podolski mencapai titik tertinggi dalam kariernya ketika bermain untuk Arsenal dan Inter Milan. Namun pendapatan ketika bermain tidak ada apa-apanya dari bisnis ini. “Jika anda melihat angkanya… bisa dikatakan begitu,” tuturnya.
(La Gazzetta dello Sports)