
SABANEWSINDO.com – Babak perempat final Liga Champions musim ini dihiasi oleh sebuah fakta yang menarik. Publik sangat boleh mengklaim bahwa ada empat klub yang memiliki ‘DNA Barcelona’ dalam permainannya.
‘DNA Barcelona’ ini menyangkut gaya bermain yang mengutamakan penguasaan bola. Permainan ini pernah dipopulerkan oleh Barcelona yang kala itu masih diasuh oleh Josep Guardiola.
Kini Guardiola sedang menukangi klub raksasa Inggris, Manchester City, yang juga merupakan salah satu peserta di babak perempat final. Pada leg pertama, mereka meraih hasil imbang usai menghadapi Real Madrid.
Di Barcelona sendiri, ‘DNA’-nya masih terasa kental dengan kehadiran Xavi Hernandez di kursi kepelatihannya. Seperti yang diketahui, Xavi merupakan salah satu pemain kunci dalam kesuksesan Guardiola menerapkan ‘Tiki-taka’ di Barcelona.
Aura Barcelona juga terasa di klub raksasa Prancis, PSG. Mereka saat ini ditukangi Luis Enrique, yang berjasa dalam kesuksesan Barcelona menjuarai Liga Champions, La Liga dan Copa del Rey pada musim 2014/15 dulu.
Baca juga: Tidak Ada Jalan Lain, Barcelona Harus Ngobrol Bareng Man City Demi Joao Cancelo
Terakhir ada pelatih Arsenal, Mikel Arteta. Pria berumur 42 tahun ini pernah menjadi pemain Barcelona ketika masih muda. Namun ‘DNA Barcelona’ miliknya baru terbentuk setelah menjadi asisten Guardiola di Manchester City dulu.
Jelang menghadapi PSG, Xavi Hernandez sempat membicarakan ‘DNA Barcelona’ ini bersama awak media. Semua bermula saat awak media mengangkat kliam Luis Enrique yang menyebut Xavi lebih merepresentasikan Barcelona ketimbang dirinya.
“Saya memiliki hubungan yang baik dengan dia. Dia memiliki tim yang dibangun untuk memenangkan Liga Champions, kami harus berhadapan dengan lawan yang sulit dan kami mencari gaya bermain yang mirip,” katanya dikutip Metro Sports.
“Kami bisa membanggakan DNA Barca – Luis Enrique, Pep atau Arteta. Besok kami akan mencari hal yang sama, mulai dari sini pencarian DNA yang menggambarkan kami bergantung kepada para pemain.”
“Filosofi Barca adalah kunci. Saya pikir itu adalah sebuah keuntungan. Ada empat pelatih pada babak Liga Champions ini yang mewakili DNA Barca. Pep Guardiola, Arteta, Luis Enrique, dan saya. Ini sudah berbicara banyak tentang kami,” tutupnya.
(Metro Sports)