
Sumber: Instagram @bayer04fussball
SABANEWSINDO.com – Ketertarikan Liverpool terhadap pelatih Bayer Leverkusen, Xabi Alonso, tengah ramai dibicarakan belakangan ini. Arsitek asal Spanyol itu digadang-gadang sebagai kandidat utama untuk menggantikan Jurgen Klopp.
Xabi Alonso menarik perhatian karena berhasil membawa Bayer Leverkusen ke jalur juara. Saat ini, mereka sedang menduduki posisi teratas klasemen sementara dan belum pernah menelan kekalahan sekalipun.
Sentuhan tangan Xabi Alonso sangat terasa dalam kesuksesan ini. Sebab saat musim 2023/24 dimulai, sulit untuk mengatakan bahwa Leverkusen akan juara. Mereka hanya menduduki posisi enam di klasemen musim lalu dan menorehkan 12 kekalahan.
Bahkan sebelum Xabi datang, Bayer Leverkusen mondar-mandir di zona degradasi. Jadi kalau melihat Leverkusen yang sekarang, tentu racikan strategi dari pria berumur 42 tahun itu tidak bisa dipandang sepele.
Liverpool memiliki standar tinggi yang dipasang oleh Jurgen Klopp. Sehingga mereka tak bisa menunjuk pelatih secara gegabah. Xabi Alonso adalah pilihan realistis untuk menjadi pengganti Klopp yang sudah menyumbang banyak piala.
Baca juga: The Mirror: Liverpool Resmi Dekati Xabi Alonso
Namun, mungkin, masih terlalu dini bagi Xabi Alonso untuk melatih klub sebesar Liverpool. Sebagaimana yang dirasakan mantan pelatih The Reds, Rafael Benitez. Bukan berarti Rafa tidak melihat adanya potensi besar dalam diri Xabi Alonso.
“Dia di tim akademi, kemudian ke tim kedua di Real Sociedad. Itu memberikan pengalaman dan lalu dia pindah ke Jerman. Tidak mudah untuk pindah ke negara baru dan sukses, jadi dia sudah cukup baik,” kata Benitez kepada The Times.
“Dia punya potensi untuk menjadi pelatih yang sangat bagus dan jika memiliki pemain bagus, dia akan sukses. Tapi apakah dia bisa melakukannya untuk lima tahun, 10 tahun? Saya tidak tahu.”
“Dia bisa bergabung dengan tim papan atas manapun saat ini tapi mereka akan mengharapkan gelar. Dan jika anda finis di peringkat kedua, mungkin itu musim yang bagus tapi orang-orang akan berkata, ‘oh, dia gagal’,” lanjutnya.
Bisa jadi, Xabi Alonso bisa membantu Bayer Leverkusen jadi seperti sekarang karena minimnya tekanan untuk meraih gelar. Berbeda dengan klub lain yang sudah menuntut trofi sedari awal musim.
(The Times)