
Sumber: Getty/Eric Alonso
THESABASPORTSINDO.COM – Pembalap Lenovo Ducati, Pecco Bagnaia merefleksikan perjalanannya di MotoGP 2024. Meski berat, ia mengaku ikhlas gagal jadi juara musim ini.
Seperti yang sudah diketahui, Pecco merupakan juara bertahan MotoGP di tahun 2022 dan 2023. Itulah mengapa pada musim 2024 ini, pembalap asal Italia itu diyakini bakal jadi penantang gelar yang serius.
Di musim ini, Pecco kembali bersaing dengan Jorge Martin untuk gelar juara dunia ini. Penampilan Pecco tergolong apik di mana ia memenangkan lebih banyak balapan ketimbang Martin di tahun 2024.
Persaingan keduanya berjalan dengan ketat hingga balapan terakhir musim 2024 ini. Pecco tertinggal 10 poin dari Martin dan itulah mengapa ia tampil ngotot di balapan di Catalunya itu, di mana ia menjadi juara balapan itu.
Namun Martin berhasil finish di peringkat ketiga. Itu berarti Pecco gagal menyalip perolehan poin pembalap asal Spanyol itu, sehingga pembalap Pramac Ducati itu yang dinobatkan menjadi juara dunia.
Baca Juga: Sujud Syukur Jorge Martin usai Dinobatkan Jadi Juara Dunia MotoGP 2024
Pecco sendiri mengakui bahwa kegagalannya menjadi juara ini terasa menyakitkan. Namun ia menilai bahwa ia sudah berjuang sekuat tenaga untuk bisa mempertahankan gelar juaranya.
“Saya mungkin butuh beberapa hari untuk bisa menerima kegagalan saya ini,” buka Pecco dalam konferensi persnya.
“Setelah saya terjatuh di Malaysia, saya memahami bahwa sangat sulit bagi saya untuk bisa mempertahankan gelar juara saya. Pasalnya saya terpaut 29 poin dari Martin dan itu adalah jarak yang sulit untuk dipangkas.”
“Saya kemudian hanya mencoba untuk memberikan kemampuan terbaik saya, dan mencoba memenangkan semua balapan yang tersisa. Saya sudah melakukan yang terbaik yang saya bisa,” sambung sang pembalap.
Lebih lanjut, Pecco juga tidak sungkan untuk mengucapkan selamat kepada Martin yang berhasil jadi juara dunia. Ia juga berjanji akan menjadikan pengalaman musim ini menjadi motivasi baginya untuk bangkit.
“Jorge memang tampil lebih baik ketimbang saya, di mana ia punya konsistensi yang jauh lebih baik. Dia finish di podum 16 kali di musim ini dan itu merupakan sesuatu yang luar biasa,” sambung Pecco.
“Di pihak saya, saya mungkin lagi apes dan saya juga melakukan beberapa kesalahan. Jadi sejak awal sulit bagi saya untuk membayangkan bisa menjadi juara ketika saya gagal finish di delapan balapan.”
“Saya rasa di musim ini kami sudah tapil dengan baik, di mana kami berhasil meraih banyak kemenangan di balapan-balapan yang ada, namun itu tidaklah cukup. Untuk tahun depan, saya akan belajar banyak dari musim ini dan mencoba untuk tampil lebih baik,” ia menandaskan.